News  

Lasarus: Setiap Perempuan Berpeluang Jadi Sosok Kartini

Ketua DPD PDI Perjuangan, Lasarus
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Lasarus

SATUNUS – Emansipasi merupakan kata yang paling melekat dalam benak setiap orang saat dimintai pendapat tentang Raden Ajeng Kartini. Namun, sosok Kartini dimaknai secara berbeda-beda oleh setiap orang.

Bagi Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus, Kartini merupakan perempuan yang telah mematahkan anggapan bahwa kaum hawa bertanggung jawab hanya pada pekerjaan rumah tangga. Jasa Kartini, lanjut Lasarus, membuat para perempuan tanah air dapat mengenyam pendidikan tinggi dan berkarier di berbagai bidang.

“Kalau bukan karena Kartini, mungkin sulit kita melihat perempuan-perempuan hebat di berbagai ladang pengabdian seperti sekarang. Mungkin kita akan melihat perempuan hanya berkutat pada urusan rumah tangga saja,” kata Lasarus saat diwawancarai awak media, Kamis (21/4/2022) pagi.

Baca juga: Hut Ke-406 Sanggau, Lasarus: Kita harus Bekerjasama Bangun Daerah

Emansipasi yang diperjuangkan Kartini di masa lalu dikatakan Lasarus tidak boleh membuat perempuan terlena sehingga melupakan kodratnya. Ia mengingatkan agar perempuan yang memilih mengembangkan potensi diri untuk tidak melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu rumah tangga.

“Tidak ada larangan bagi perempuan untuk berkarier di berbagai bidang. Namun, satu hal yang jangan sampai dilupakan adalah kodrat sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga. Keduanya harus dijalani dengan baik,” tuturnya.

Ketua Komisi V DPR RI ini menambahkan bahwa di masa kini, setiap perempuan berpeluang menjadi sosok Kartini. Ia bahkan menyebut setiap perempuan yang berjuang demi keluarga layak disebut sebagai Kartini.

Baca juga: Lasarus Harap Konferda III PA GMNI Kalbar Hasilkan Keputusan Strategis untuk Kemajuan Daerah

“Ibu-ibu yang menjadi tulang punggung keluarga, yang sejak pagi sudah berkeliling menjajakan dagangannya adalah Kartini. Mereka yang setiap hari bermandikan keringat untuk bisa menghidupi keluarga dan menyisihkan pendapatannya yang tidak seberapa untuk biaya pendidikan anak-anaknya adalah Kartini. Merekalah Kartini masa kini yang ada sekitar kita,” pungkasnya.#

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.